Membangun karakter peserta didik melewati karya nyata GTK PAUD dan Dikmas - Kursus Komputer

Kursus Komputer di Majalengka. Citra Telematika mengikuti kegiatan Sosialisasi SKL dan Kurikulum Robotik dan Digital Marketing.


Artikel Suplemen:
Kursus Komputer Majalengka. Banyak anggapan yang beredar di masyarakat bahwa Guru dan Tenaga Kependidikan di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) yang sedang di lini edukasi non formal tidak cukup mendapat perhatian dari pemerintah.
Pemerintah melewati Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK PAUD dan Dikmas), Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, semenjak tahun 2006 mengadakan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas, dulu mempunyai nama Jambore 1000 PTK PNF, untuk menyerahkan apresiasi karya nyata inovasi pembelajaran dan pengelolaan, olahraga dan seni.
Pada tahun 2018, pekerjaan yang bertajuk “Membangun karakter peserta didik melewati karya nyata GTK PAUD dan Dikmas” ini akan dilakukan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat pada 8-14 Juli 2018. Jambore ini nanti bakal melombakan 18 kelompok perorangan dan 2 kelompok kelompok dalam konsep yang berisi bagian edukasi, kompetisi, dan rekreasi.
Sebanyak 18 kelompok perorangan itu yaitu: Guru Kelompok Bermain/Taman Penitipan Anak/Satuan PAUD Sejenis (KB/TPA/SPS), Instruktur Kursus Komputer; Instruktur Kursus Tata Kecantikan Rambut, Instruktur Kursus Tata Rias Pengantin, Instruktur Kursus Tata Busana, Instruktur Otomotif Teknik Sepeda Motor, Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket A, Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket B, Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C, Tutor Pendidikan Keaksaraan, Pamong Belajar pada Sanggar Kegiatan Belajar, Pamong Belajar pada UPT Pusat, Pengelola KB/TPA/SPS, Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Pengelola/Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Penilik. Sementara 2 kelompok kelompok ialah Paduan Suara dan Senam Kreasi Daerah.


Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas diadakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Seleksi berjenjang itu memiliki akibat positif yaitu garansi kualitas dari peserta yang dikirim ke tingkat nasional sebab mereka sudah melewati penjaringan dan pembinaan di tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi.
Namun, masalah timbul ketika sejumlah kabupaten/ kota dan provinsi tidak memiliki perkiraan untuk pengamalan seleksi pekerjaan tersebut sementara ongkos perjalanan peserta dari daerahnya ke tingkat nasional ditanggung oleh wilayah masing-masing. Alasan ketiadaan ongkos ini pun membuat sebanyak provinsi yang berpartisipasi mengurangi kelompok lomba yang mereka ikuti. Hal ini pasti akan mengakibatkan tidak cukup maksimalnya partisipasi dan prestasi mereka dalam ajang tahunan tersebut.
Permasalahan berhubungan pembiayaan ini ialah imbas dari pemberlakuan UU No 23 Tahun 2014 mengenai Pemerintahan Daerah, dimana pengamalan program PAUD dan Dikmas dipindahkan dari Dinas Pendidikan Provinsi ke Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota. Secara otomatis, Dinas Pendidikan Provinsi yang sebelumnya secara teratur memperhitungkan guna pelaksanaan seleksi di tingkat provinsi sampai guna perjalanan di tingkat nasional, kendala untuk bisa memperhitungkan pada tahun ini sebab merasa bahwa pekerjaan tersebut melulu dapat diperhitungkan oleh Dinas Kabupaten/ Kota.
Sementara, Dinas Kabupaten/Kota tidak sedikit yang belum siap guna memperhitungkan dalam APBD mereka. Menyiasati urusan tersebut, Direktorat PGTK PAUD dan Dikmas sudah bersurat untuk Gubernur dan Bupati/ Walikota semua Indonesia guna meminta kabupaten/kota dan provinsi guna mengalokasikan perkiraan untuk pekerjaan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas tingkat provinsi dan nasional dalam APBD masing-masing tahunnya.
Beberapa tahun terakhir, sebaran prestasi dalam ajang ini telah mulai merata pada semua provinsi di Indonesia. Hal ini diperlihatkan pada Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Tingkat Nasional Tahun 2017 di Bengkulu, dimana dalam kelompok Instruktur Kursus Komputer, juara 1 sukses diraih oleh Rudolf L.K. Maturbongs dari provinsi Papua, dan juara 1 kelompok Tutor Pendidikan Kesetaraan Paket C sukses diraih oleh Rindhi Agustiningrum dari Kalimantan Tengah. Fenomena juara 1 dari wilayah unsur timur Indonesia ini menjadi bukti bahwa bila upaya penambahan kualitas GTK dilaksanakan maksimal, penambahan kualitas GTK bukanlah urusan yang mustahil guna dicapai.
Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas di samping adalahajang bergengsi, pun adalahwadah silaturahmi untuk GTK PAUD dan Dikmas se Indonesia. Bila punya minat mengikuti persaingan ini, ada sejumlah hal yang butuh diperhatikan. Di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, tahapan evaluasi yang mesti dilewati oleh peserta ialah seleksi administrasi, seleksi naskah, dan seleksi presentasi.

Bagikan

Jangan lewatkan

Membangun karakter peserta didik melewati karya nyata GTK PAUD dan Dikmas - Kursus Komputer
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.