Hijrah dari Konsumtif menjadi produktif melalui Kursus Komputer

Kursus Komputer di Majalengka. LKP Citra Telematika menyelenggarakan program kursus:

  • Aplikasi Perkantoran
  • Desain Grafis
  • Jaringan Komputer
  • Pemograman Komputer
  • Robotika
  • Digital Marketing

Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi, Majalengka
(0233)8281236 - 085216667297


Artikel Suplemen:
"Doing nothing often leads to the very best of something" ialah kalimat yang dikatakan beruang cokelat mempunyai nama Pooh untuk teman kecilnya Christopher Robin ketika mereka tersesat di hutan dalam kisah fiksi produksi penulis Inggris AA Miilne.


Diam dan tidak melakukan apa-apa menurut keterangan dari Pooh dapat mengantarkan mereka terbit dari kegelapan hutan, sebab bila dua-duanya gelisah, mereka melulu akan berputar-putar tanpa tujuan.

Namun diam dan tidak melakukan apa-apa, tampaknya tidak terdapat dalam kamus Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagipula sejak dimulainya masa kampanye pada 23 September 2018 yang menempatkannya sebagai calon presiden (capres) nomor urut 01 berkampanye tanpa meninggalkan tugas kenegaraan.

"Bu Menteri, istirahat pun perlu ya? saya yang tidak cukup di situ, gaya hidup saya yang tidak cukup di situ, yang ngatur yang gak benar, dipikir saya ditata sana sini, Sabtu Minggu pun terus (beraktivitas), dipikir saya mesin? Sama laksana bapak ibu punya rasa! Tapi jawabannya begitu 'ya telah saya jalani', jalani tanpa beban," tambah Presiden tersenyum.

Presiden mengucapkan keluhannya pada Minggu (4/11) dalam pendahuluan Healthy Summit 2018 yang dihadiri ratusan kader kesehatan termasuk semua pejabat di Banten yakni Gubernur Banten Wahidin Halim, Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar dan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah di Balaikota Tangerang. Bu Menteri yang dimaksud ialah Menteri Kesehatan Nila Moeloek.



Pada Sabtu dan Minggu (3-4 November 2018), Jokowi dijadwalkan menghadiri sekian banyak  kegiatan, baik sebagai Presiden maupun capres. Kegiatan kesatu pada Sabtu (3/11) ialah hadir dalam acara pendahuluan Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di hotel Fairmont Jakarta sebagai capres.

Jokowi meminta semua pengusaha itu untuk "berhijrah". Berhijrah dari perilaku konsumtif menjadi produktif, hijrah dari sikap marah-marah menjadi penyabar. Hijrah dari sikap senang friksi menjadi orang yang senang persatuan, hijrah pun dari orang yang senang monopoli menjadi senang kompetisi, dan terakhir hijrah dari sikap individualis menjadi kolaborasi, dan kerja sama-sama.

Pada akhir pekan tersebut juga Jokowi mengunjungi pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center. Presiden yang mengenakan jaket merah cerah yang unsur belakangnya bertuliskan "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper" sempat mencoba sejumlah motor.

Dua motor kesatu yang ia coba ialah keluaran pabrikan Inggris Royal Enfield. Motor warna hitam dan putih tersebut punya gaya klasik namun "macho". Jokowi pun mencoba satu motor "custom" bercat ungu dengan aksen putih di stan Honda. Namun ternyata Presiden tidak melakukan pembelian motor dari pameran itu.


"Tadi melulu pegang-pegang saja masak enggak boleh? Semua saya pegangin," kata Presiden.

Presiden menyatakan datang ke pameran tersebut untuk melihat peradaban produksi sepeda motor Indonesia yang telah menghasilkan 6,5 juta sepeda motor, nyaris 600-an ribu di antaranya diperuntukkan guna ekspor.

Apalagi muatan lokal dari setiap motor telah di atas 90 persen sampai-sampai produk otomotif asal Indonesia bisa masuk ke pasar baru dengan menyesuaikan harga dan kualitasnya.



Selesai mencoba-coba motor, Jokowi dan regu pun bergerak ke makam Sultan Maulana Hasanuddin di area Banten Lama yang sedang dipugar. Di sana Jokowi menyempatkan salat dan mendatangi sejumlah kyai.

Jokowi pada kampanye 2014 lalu pun pernah berangjangsana ke tempat yang sama pada Maret empat tahun yang lalu.

Acara keempat ialah menghadiri acara "Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Tubagus Chasan Sochi" yang pun dihadiri calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di GOR Maulana Yusuf Serang, Banten.

Baik Jokowi maupun Ma'ruf Amin berpakaian bak jawara banten warna hitam menyeluruh peci dan ikat pinggang.

"Mari bareng kita mulai hijrah dari ujaran kebencian mengarah ke ke ujaran kebenaran. Hijrah dari tidak jarang mengeluh untuk mensyukuri nikmat, tidak jarang kali bersyukur. Hijrah dari yang suka 'suudzon' atau berprasangka buruk untuk suka 'khuznuzon' berprasangka baik untuk siapa pun lagipula kepada saudara muslim, sebangsa, setanah air," kata Jokowi dalam acara yang dihadiri ribuan orang dalam GOR tertutup tersebut.

Di hadapan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan family lainnya serta sebanyak Tim Kemenangan Nasional (TKN) pasangan calon nomor urut 01, Jokowi berkata secara terbuka.

"Saya butuh sampaikan, blak-blakan saja, tiga minggu kemudian survei di Banten anda kalah 9 persen. Insya Allah silaturahmi senja ini tadi saya telah bisik-bisik ke Bu Tatu, Bu Airin, Pak Andhika saya inginkan cek di pertengahan Desember telah berubah atau belum," tambah Jokowi.

Namun sebab berpasangan dengan putra Banten yakni Ma'ruf Amin, Jokowi juga yakin ia bisa memenangkan Banten pada pilpres 2019.

"Kalau menurut keterangan dari saya insya Allah, Banten menang sebab ini baru dikonsolidasi. Dulu memang kalah tapi kini kalah sedkit. Besok menang sedkit, lusa menang tidak sedikit karena cawapresnya putra Banten," kata Ma'ruf Amin ketika diwawancarai wartawan usai acara.

Ia juga menargetnya kemenangan menjangkau 70 persen.

"Makanya mesti milih Jokowi. Target di Banten paling tidak 70 persen," tambah Ma'ruf.

Meski telah lewat pukul 18.30, Rombongan masih meluncur ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Cidahu, Pandeglang, Banten yang dipimpin oleh KH Abuya Muhtadi. Sepanjang perjalanan, hujan ikut mengiringi. Jokowi pun melalui sejumlah ruas jalan yang banjir dan berlubang.

Jokowi juga tiba di hotel guna beristirahat sekira pukul 22.30 WIB.



Pada Minggu (4/11) perjalanan Presiden dimulai pukul 06.00 WIB dari hotel Atria Tangerang dengan menaiki sepeda motor custom mengarah ke pasar Anyar.

Motor yang ditungganginya ialah motor "custom" karya bengkel Katros Garage dari Kawasaki W175 beraliran tracker dan berwarna berpengaruh hijau dengan nomor polisi B 3450 INA.

Presiden menyeluruh dengan mengenakan helm Cargloss warna cokelat metalik, tidak ketinggalan presiden pun mengenakan sarung tangan. Sedangkan di sisi kanan motor ada artikel "Jokowi" dengan aksen emas di unsur depan. Presiden juga masih mengenakan jaket merah cerah "Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper".

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ikut mendampingi Presiden "motoran" mulai dari selama Jalan MH Thamrin, Tangerang.

Setibanya di pasar sekira pukul 06.33 WIB, Presiden langsung mampir ke kios saudagar cabai, jeruk lemon, petai, melinjo, daging, tahu, beras dan mendatangi dua saudagar tempe.

Terjadilah pembicaraan antara Jokowi dan semua pedagang dalam keadaan yang akrab.

"Tempenya gede banget pak," kata seorang ibu pedagang tentang kualitas dagangannya.

"Berapa ini?" tanya Presiden.

"Goceng aja Pak, bila Pak Jokowi yang beli," jawab pedagang memakai kata dalam bahasa China yang telah jamak digunakan oleh masyarakat di Jakarta.

"Goceng?" tanya Presiden laksana mempertanyakan ucapan-ucapan yang dirasakan "asing" itu.

"5.000, gangsal ewu (5000)," jawab saudagar lagi seraya tertawa.

"Oooh, gangsal ewu (5.000), goceng, goceng," balas Presiden seraya memilih-milih tempe.

"Sudah 35 tahun di sini, awalnya di Budiasih, (lalu) diusir, jadi ke sini, alhamdulilah dibeli Pak Jokowi meningkatkan rezeki," katanya sambil membalut 5 potong tempe yang dililit daun pisang.

Presiden pun menyerahkan dua eksemplar uang Rp 50.000 untuk ibu saudagar tersebut.

"Pak Jokowi (ini uang) kembali(an)," teriak pedagangannya.

Namun Presiden pun menampik menerima duit kembalian tersebut.

Di kios saudagar tahu, sang saudagar pun menyatakan tahu kuning yang ia jual melulu seharga Rp 5.000.

"Saya pribumi orang Bandung Pak, ini tahu Rp 5000, serba lima ribu, dipastikan halal," kata pedagang.

Jokowi lalu melakukan pembelian 10 bungkus tahu.

"Tahu masih murah," kata Presiden.

Sedangkan di kios saudagar daging sapi yang menjajakan dagangannya seharag Rp 120 ribu per kilo, Jokowi mendapat komentar menarik.

"Ternyata bapak tahan lama muda ya," kata si saudagar sambil berebut swafoto bersamanya.

Presiden menuliskan dari kunjungannya ke pasar tersebut, harga-harga terlihat stabil.

"Yang kesatu gini anda kan terdapat yang namanya angka inflasi. Angka inflasinya rendah di bawah 3,5. Saya melulu ingin memeriksa di lapangan sama atau tidak. Tadi sesudah kita periksa semuanya memang harga stabil," ungkap Presiden.

Presiden juga meminta supaya tidak terdapat pihak yang berteriak mengenai harga barang di pasar yang mahal, sebenarnya faktanya ialah sebaliknya.

"Jadi tidak boleh teriak-teriak di pasar harga mahal, nanti bakul-bakul, pedagang-pedagang pasar dapat marah seluruh nanti. tidak terdapat yang beli nanti," tambah Presiden.



Setelah mendatangi Pasar Anyar, Presiden mengemudikan lagi motornya mengarah ke Balaikota Tangerang, tempat ia mengerjakan senam sehat.

Dalam perjalanan, di sejumlah tikungan, Presiden terlihat melambai untuk masyarakat yang menunggunya di pinggir jalan, sedangkan bila jalanan lurus Presiden pun bertindak dengan meningkatkan kecepatan.

Dalam acara di Balaikota Tangerang itulah, Presiden menyatakan bahwa dirinya bukan mesin. Namun walau punya tidak sedikit kegiatan ia tetap tertib berolahraga.

"Berkaitan dengan pola hidup sehat kita. Kita tahu orang senangnya main 'gadget', 'smartphone', telah masuk kamar pegang, tergolong saya, tapi minta maaf olahraga saya masih tertib sepeda, panahan, jogging, main tinju," kata Presiden.

Selesai bertatap muka dengan semua petugas kesehatan, gantian ia mesti menghadapi ratusan calon anggota legislatif (caleg) wanita di hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang dalam acara Deklarasi Calon Legislatif Perempuan guna Pemenangan Jokowi-Amin.

Para caleg wanita antara lain biduan Krisdayanti sebagai caleg PDIP, Nurul Arifin caleg Partai Golkar, presenter Tina Talisa dan Wanda Hamidah caleg dari Partai Nasdem dan ratusan caleg wanita lainnya.

Dalam acara itu, Jokowi berpesan supaya para caleg wanita dapat berkampanye dengan cara door to door.

"Dari pintu ke pintu ialah kunci, saya dan anda bisa dua, tidak terbit uang dan tanpa kalimat bertele-tele, namun keringat bercucuran, sebab harus berani dari pintu ke pintu, hasilnya 91 persen menang," kisah Jokowi disambut tepuk tangan semua caleg.

Metode itu menurut keterangan dari Jokowi telah ia pakai semenjak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.

"Saya bukan siapa-siapa. Kemudian pilkada dilangsungkan apa yang saya lakukan? Menghadapi 'incumbent' memang berat, namun saya tidak gunakan cara-cara lama mengoleksi orang di lapangan, perlu uang, jadi benak saya, 'door to door', terdapat orang kemudian salaman, salamannya gak enak 'ooh gak dukung ini', salaman ragu saya datang lagi," ungkap Jokowi.

Hasilnya, dalam pilkada 2005-2010, ia juga menang tipis dan meraih suara 37 persen, mengungguli petahan. Jokowi kemudian bercerita ia mulai menciptakan program kartu sehat di Solo, kartu pintar dan membina total 43 pasar. Begitu pula saaat ia mencalonkan diri yang kedua kalinya sebagai Wali Kota Solo, hasilnya ialah 91 persen menang.

Acara kelima yang dihadiri ialah Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD), Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Banten di ICE Bumi Serpong Damai. Di depan ratusan dari 9 partai itu Jokowi menekankan guna memenangkan Banten dalam pilpres 2019.

"Saat salaman tersebut saya hapal, mungkin sebab sudah salaman dengan puluhan juta orang satu per satu. Saya 'nyalam' pedagang, 'nyalam' di balai kota, lantas tadi malem masa-masa di KH Abuya Muhtadi, saya kan salaman tersebut kerasa, 'oh ini saya salaman dengan bapak ibu salaman bener, yang ini salaman setengah-setengah, yang ini salaman tidak mendukung', tidak boleh pikir saya tidak terdapat perasan ketika salaman," ungkap Jokowi.



Akibat pekerjaan yang super padat Jokowi baru dapat bersantap siang pada sekira pukul 15.00 WIB. Hal tersebut terjadi sebab meski acara dijadwalkan dilangsungkan hanya 1 jam, tapi perlu tambahan waktu selama 40 menit di setiap acara guna memberi peluang berswafoto dan bersalaman dengan massayang hadir.

Agenda keenam yakni pembagian 6.000 sertifat tanah guna warga kota Tangerang di Lapangan Festival Alam Sutera, Panunggangan Timur, kota Tangerang yang seharusnya dijadwalkan pukul 14.00 WIB molor sebab Presiden baru mendarat pada 16.00 WIB.

"Sebetulnya acaranya telah diatur, namun yang lama 'selfienya'. Satu-satu (agenda) mundur 30 menit, 1 jam mundur semuanya. Kalau inginkan 'selfie' 1000 orang barengan bagaimana? Selagi saya dapat melayani, saya layani namun saya langsung bermukim di acara yang terakhir sebab acara sertifikat ini," ungkap Presiden di acara tersebut.

Acara ketujuh yang dihadiri ialah sosialisai dana desa di lapangan Progi, Pagedangan, Banten.

"Kita hendak dana desa tidak melulu urusan infrastrukutur saja namun ke pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, menggeser 'masuk ke pemberadayaan ekonomi dan inovasi desa," kata Presiden.

Peruntukan dana desa yang semenjak 2015 dikucurkan sampai 2018 sudah menjangkau Rp187 triliun tersebut itu menurut keterangan dari Presiden bisa menurunkan tingkat kemiskinan di desa sampai 2 kali lipat dikomparasikan di kota sampai-sampai sudah terdapat 1,2 juta orang desa yang dituntaskan dari kemiskinan.

"Stunting turun dari 37 persen menjadi 30 persen, ini penurunan yang paling tajam sekali. Apa lagi yang dapat kita lakukan? Bisa dengan memberdayakan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) supaya anak-anak anda semakin baik, tidak boleh kalah masyarakat desa dengan masyarakt kota sebab masyarakat tidak sedikit yang lebih pinter, saya pun orang desa, jadi saya tahu," tambah Presiden.



Agenda kedelapan atau kegiatan terakhir ialah mengunjungi Pondok Pesantren Darul Hikmah Pamulang, Tangerang. Entah kenapa setiap mendatangi pondok pesantren, hujan juga turun.

Namun hujan tersebut tidak meminimalisir semangat santri maupun santriwati atau masyarakat guna menghadiri acara di lapangan pesantren tersebut.

"Saya nanti bakal bicara dengan Pak Kiai apakah tanahnya di pondok pesantren ini memungkinkan guna dibangun? Saya kan belum tahu. Pembangunan yang kesatu ialah rusun (rumah susun) untuk para santri, 3 lantai," kata Presiden.

Presiden menyampaikan urusan itu seusai bercakap-cakap dengan santri dan santriwati ponpes itu yaitu Kamelia dan Bagus Iskandar di panggung.

Di samping rusun, Presiden pun berjanji untuk membina balai latihan kemampuan baik guna kursus komputer atau garmen atau kemampuan yang lain, bila tanahnya memungkinkan.

Kunjungan pun selesai sekitar pukul 21.30 WIB. Akhir pekan yang seharusnya menjadi masa-masa istirahat pun selesai karena pekan yang baru telah ada di depan mata. Diam dan tidak melakukan apa-apa untuk Presiden sekaligus capres 01 di musim kampanye bukan jadi pilihan, tergolong pada akhir pekan.


Bagikan

Jangan lewatkan

Hijrah dari Konsumtif menjadi produktif melalui Kursus Komputer
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.