materi kursus komputer

materi kursus komputer. Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :

1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital

Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


Artikel penunjang:
materi kursus komputer. Sebuah pesan hadir di layar komputer kita dengan peringatan bahwa komputer Anda sudah terinfeksi virus. Pesan tersebut juga memperlihatkan nomor bebas pulsa yang dianjurkan untuk meminta bantuan.

Seringkali mereka terlihat laksana peringatan dari Microsoft, Apple atau Symantec. Tidak melulu pesan lewat layar komputer tapi pun datang dalam panggilan telepon.

Kebanyakan orang melalaikan permohonan ini, sebab selalu adalahpenipuan. Tetapi satu dari lima penerima malah "termakan" dengan pesan palsu.

Berdasarkan keterangan dari survei konsumen baru-baru ini oleh Microsoft, sejumlah 6 persen diantaranya menunaikan operator yanga da di dalam pesan guna "memperbaiki" masalah yang tidak ada.

Aparat penegak hukum, yang bekerja dengan Microsoft, kini telah menelusuri tidak sedikit ruang dan menuju New Delhi, ibukota India dan pusat industri call-center global. Pada hari Selasa dan Rabu, polisi dari dua pinggiran kota Delhi menyerbu 16 pusat sokongan teknologi palsu dan menciduk sekitar tiga lusin orang.

Bulan lalu, pihak berwenang Delhi menciduk 24 orang dalam serangan serupa di 10 pusat panggilan.

Di Gautam Budh Nagar, di antara pinggiran kota, 50 petugas polisi menyapu delapan pusat pada Selasa malam. Ajay Pal Sharma, inspektur senior polisi di sana, menuliskan para pembohong telah memungut uang dari ribuan korban, yang kebanyakan ialah orang Amerika atau Kanada.

"Modus operandi ialah mengirim pesan pop up pada sistem orang memakai logo Microsoft palsu," kata Sharma.


Setelah korban menghubungi call center, operator berpura-pura menjadi karyawan Microsoft dan mengatakan untuk mereka bahwa sistem mereka sudah diretas atau diserang oleh virus. Korban lantas akan ditawarkan paket layanan mulai dari 99 dolar AS sampai 1.000 dolar AS untuk membetulkan masalah.

"Penipuan semacam tersebut tersebar luas," kata Courtney Gregoire, asisten penasihat umum di unit durjana digital Microsoft.

Berdasarkan keterangan dari Gregoire, Microsoft, yang perangkat empuk Windows-nya menjalankan mayoritas komputer pribadi, mendapat 11.000 keluhan mengenai penipuan masing-masing bulan. Pemantau internetnya mengejar sekitar 150.000 iklan pop-up guna layanan tersebut masing-masing hari.

Forum sokongan teknis kepunyaan perusahaan, lokasi orang bisa memosting item secara publik, pun melihat aliran artikel yang menawarkan layanan sokongan teknologi palsu.

Meskipun otoritas Amerika sudah merusak penipuan seperti tersebut di tempat-tempat laksana Florida dan Ohio, tulang punggung industri terlarang di India. Sebagian besar sebab pengalaman negara yang menjalankan begitu tidak sedikit pusat panggilan dunia.

Industri outsourcing India, yang merangkum pusat panggilan, menghasilkan selama 28 miliar dolar AS dalam penghasilan tahunan dan mempekerjakan selama 1,2 juta orang.

"Keberhasilan industri yang legal sudah mempermudah industri ilegal di sana," kata Gregoire.

Untuk perusahaan teknologi, memerangi pembohong rumit oleh kenyataan bahwa tidak sedikit operasi sokongan teknis yang sah, termasuk sejumlah Microsoft, beroperasi dari India.

Penipuannya lumayan menguntungkan. Para peneliti di Stony Brook University, yang mengeluarkan studi mendetail tentang layanan sokongan teknologi palsu tahun lalu, memperkirakan bahwa satu kampanye pop-up yang tersebar di 142 domain web membawa nyaris 10 juta dolar AS melulu dalam dua bulan.

Najmeh Miramirkhani, pengarang utama dari makalah penelitian, menuliskan jaringan entitas yang tercebur dalam penipuan tersebut kompleks, dengan sejumlah membuat panggilan mereka sendiri dan orang beda menjalankan website outsourcing panggilan ke India. Banyak penipu pun berbagi data dengan satu sama lain.

"Ini ialah kejahatan terorganisir," katanya.

Microsoft mengatakan, pihaknya bekerja dengan semua pemimpin industri teknologi lainnya laksana Apple dan Google, serta penegakan hukum, guna melawan bencana, yang bermigrasi di luar dunia berbahasa Inggris guna menargetkan pemakai beda dalam bahasa lokal mereka. Di 16 negara yang disurvei Microsoft, orang-orang di India dan Cina ialah yang sangat mungkin menunaikan para penipu.

Masalahnya meluas di luar sokongan teknis palsu juga. Pada bulan Juli, Departemen Kehakiman menuliskan 24 orang di delapan negara sudah dihukum sebab peran mereka dalam skema memakai agen call-center India guna meniru penagih pajak di Internal Revenue Service. Para pencuri menipu lebih dari 15.000 orang dari ratusan juta dolar. Tiga puluh dua kontraktor di India pun didakwa.

Sebagai informasi, I.R.S., Microsoft, dan perusahaan teknologi sah lainnya tidak memanggil pemakai mereka secara tiba-tiba. Mereka pun tidak mengirim lansiran ketenteraman ke layar yang memberi tahu pelanggan guna menghubungi mereka. Sehingga tidak boleh sembarang percaya dengan pesan yang terkirim tanpa sumber yang jelas.

Bagikan

Jangan lewatkan

materi kursus komputer
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.